Korupsi adalah Akar dari Semua Permasalahan Bangsa Indonesia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 2 Januari 2025 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Era Presiden Gusdur dan Menteri Bappenas Era Presiden Megawati, Kwik Kian Gie.

Menteri Koordinator Era Presiden Gusdur dan Menteri Bappenas Era Presiden Megawati, Kwik Kian Gie.

Oleh: Kwik Kian GieMenteri Koordinator Era Presiden Gusdur dan Menteri Bappenas Era Presiden Megawati

APAKABARINDONESIA.COM – Pemberantasan koruspi yang sifatnya represif dengan harapan akan terjadi deterrent effect tidak terjadi.

Perlu dilengkapi dengan Pencegahan Korupsi, yang hanya mungkin setelah diwujudkan yang berikut.

Reformasi Birokrasi yang Structure follows Strategy. Bukan yang Strategy follows strcture.

Pendapatan bersih setiap ASN ditentukan yang besarnya tidak dapat diragukan lagi sangat cukup hidup yang sangat layak atas dasar pengetahuan, pengalaman dan harkat martabatnya.

KALAU SEMUA HAL YANG DIGAMBARKAN DI ATAS TELAH DILAKUKAN DAN MASIH ADA YANG BERANI MELAKUKAN KORUPSI, HUKUMANNA ADALAH HUKUMAN MATI.

Hukuman mati yang paling tidak menyakitkan yalah injeksi atau guillotin.

Pemberantasan Korupsi

Sejak lama Pemerintah sudah melakukan pemberantasan korupsi melalui tiga institusi, yaitu Polri, Kejaksaan dan KPK.

Namun efek jera yang meniadakan dan mengurangi korupsi tidak terjadi. Sebaliknya, korupsi semakin menjadi-jadi.

Jumlah orang yang melakukan korupsi semakin sangat banyak dan jumlah uang yang dikorupsi juga semakin besar.

Korupsi sudah berkembang menjadi pencetakan uang palsu yang memperbesar jumlah uang beredar, dan mengacaukan kebijakan moneter.

Kebijakan pemberantasan korupsi yang bersifat represif harus tetap diteruskan dan diperkuat degan Pencegahan Korupsi, baik dengn menciptakan Lembaga Khusus di luar KPK atau di dalamnya.

Prinsi-prinsip Pencegahan Korupsi adalah sebagai berikut.

 Pencegahan Korupsì

Pencegahan Korupsi hanya dapat dilakukan dalam sebuah organisasi yang besarnya optimal, yang disusun atas dasar penelitian yang mendalam.

Langkah-langkahnya dijelaskan sebagai berikut.

Reformasi Birokrasi

1. Organisasi Birokrasi disusun kembali dengan prosedur sebagai berikut.

Pimpinan organisasi diwawancarai secara habis-habisan (exchaustic) tentang apa yang ingin dicapai dengan organisasi yang dipimpinannya.

2. ⁠Atas dasar hasil wawancara tersebut para ahli organisasi menyusun organisasi yang paling cocok dan paling optimal untuk mencapai tujuan pimpinan.

3. ⁠Penempatan personalia dalam organisasi yang tersusun dilakukan atas dasar pengetahuan, pengalaman, kedudukannya dalam masyarakat, harkat dan artabatnya. Singkatnya atas dasar merit system.

Jadi apa yang ingin dicapai (yang juga disebut strategi) ditentukan terlebih dahulu. Atas dasar strategi tersebut, organisasi disusun.

Prinsip ini disebut “Organisasi mengikuti Strategi”, atau “Structure follows Strategy”.

Yang dilakukan oleh sangat banyak orang, terutama di Indonesia, struktur organisasi digambar terlebih dahulu.

Setelah itu barulah kotak-kotak yang ada dalam struktur organisasi diisi dengan orang-orang yang akan bekerja dalam organisasi yang bersangkutan.

Prosedur ini sangat salah, karena tanpa mengetahui apa yang hendak dituju organisasi ditentukan terlebih dahulu.

Prosedur yeng demikian disebut “Strategi mengikuti Organisasi”. Sebutan yang lazim di dunia organisasi universal yalah “Strategy Follows Structure

Pembenahan Pendapatan Bersih ASN

Pendapatan bersih setiap ASN ditentukan yang besarnya tidak dapat diragukan lagi sangat cukup untuk hidup yang sangat layak atas dasar pengetahuan, pengalaman, harkat martabat dan kedudukannya di masyarakat

Hukuman

KALAU SEMUA HAL YANG DIGAMBARKAN DI ATAS TELAH DILAKUKAN DAN MASIH ADA YANG BERANI MELAKUKAN KORUPSI, HUKUMANNA ADALAH HUKUMAN MATI.

Hukuman mati banyak bentuknya, seperti hukuman gantung, hukuman tembak, hukuman injeksi atau hukuman dengan guillotin. Eksekusi mati dilakukan secara terbuka di alun-alun.

Kita pilih cara yang paling tidak sakit dengan deterrent effect yang paling besar.***

Berita Terkait

Pertemuan Istana Bahas Korupsi Pajak Dan UU Perampasan Aset 2024
Kapolri Mutasi Besar: Dedi Prasetyo Jadi Wakapolri, Siap Reformasi
561 Kg Narkoba Disita: Indonesia Masuk Peta Ekspansi Kartel Amerika Latin
Warga NTB Bersatu dalam Konser Akbar Penutupan FORNAS VIII 2025
Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh
Prabowo Ancam Sita Mafia Beras: Rp100 Triliun Bisa Buat Sekolah
Prabowo Disambut di Brasil, Diplomasi Ekonomi Indonesia Masuki Babak Baru
Rakyat Ngamuk, KPK Bidik Surat Jalan Istri Menteri UMKM yang Viral

Berita Terkait

Rabu, 3 September 2025 - 07:39 WIB

Pertemuan Istana Bahas Korupsi Pajak Dan UU Perampasan Aset 2024

Rabu, 6 Agustus 2025 - 07:38 WIB

Kapolri Mutasi Besar: Dedi Prasetyo Jadi Wakapolri, Siap Reformasi

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:27 WIB

561 Kg Narkoba Disita: Indonesia Masuk Peta Ekspansi Kartel Amerika Latin

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:34 WIB

Warga NTB Bersatu dalam Konser Akbar Penutupan FORNAS VIII 2025

Sabtu, 26 Juli 2025 - 10:12 WIB

Misteri Kematian Diplomat Muda: Prabowo Serukan Penyelidikan Menyeluruh

Berita Terbaru