Soda Diet Tidak Selalu Sehat, Pemanis Buatan Percepat Penuaan Otak

Riset mendalam di jurnal Neurology mengingatkan efek samping konsumsi pemanis buatan yang membuat otak menua lebih cepat dari usia biologisnya.

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 9 September 2025 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Segelas soda diet yang tampak segar, ternyata menyimpan risiko otak menua.  (Pixabay.com/stevepb)

Segelas soda diet yang tampak segar, ternyata menyimpan risiko otak menua. (Pixabay.com/stevepb)

SEGELAS soda diet dingin di siang terik mungkin terasa seperti penyelamat, menyisakan sensasi segar tanpa rasa bersalah karena rendah kalori.

Namun siapa sangka cairan manis itu justru menyimpan risiko yang bisa mempercepat usia otak Anda.

Pemanis buatan sering kali dipromosikan sebagai jawaban bagi mereka yang ingin hidup lebih sehat, seolah menawarkan jalan keluar dari bahaya gula berlebih.

Tetapi sebuah studi terbaru menyingkap kenyataan pahit: otak para peminum setia minuman rendah kalori itu menua lebih cepat.

Jejak Panjang Studi Tentang Kebiasaan Manis Manusia Modern

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menelusuri lebih dari 12.700 orang dewasa selama delapan tahun, mencatat dengan teliti kebiasaan konsumsi pemanis buatan.

Mulai dari aspartam, sakarin, asesulfam-K, hingga gula alkohol seperti eritritol dan sorbitol.

Para peneliti menemukan hubungan mencolok antara frekuensi konsumsi pemanis buatan dan percepatan penuaan kognitif, terutama pada mereka yang terbiasa menenggak soda diet setiap hari.

Mereka yang berada di kelompok konsumsi tertinggi mengalami penurunan fungsi kognitif hingga 62 persen lebih cepat.

Yang secara rata-rata setara dengan penuaan otak 1,6 tahun lebih dini dibanding mereka yang jarang menyentuh pemanis buatan.

Dari Yoghurt hingga Soda Diet Semua Terasa Sama Manisnya

Ironisnya, banyak produk yang dipasarkan sebagai sehat justru menjadi ladang subur pemanis buatan.

Mulai dari yoghurt rendah lemak, air beraroma, hingga makanan penutup yang berlabel rendah kalori.

Konsumsi harian makanan ini sering kali dianggap pilihan cerdas, padahal tubuh tidak hanya menerima rasa manis, melainkan juga risiko yang membayangi kesehatan jangka panjang.

“Banyak konsumen tertipu oleh label low sugar atau sugar-free, tanpa menyadari dampak jangka panjangnya bagi fungsi otak,” kata Dr. Matthew Pase, peneliti dari Boston University School of Medicine.

Antara Gula Murni yang Pahit dan Pemanis Sintetis yang Manis

Pemanis buatan memang lebih ramah terhadap timbangan dan kadar kalori, tetapi tidak berarti bebas risiko kesehatan.

Sejumlah pakar nutrisi menekankan pentingnya memahami bahwa tidak ada pemanis yang sepenuhnya aman bila dikonsumsi berlebihan, baik itu gula murni maupun penggantinya.

“Yang berbahaya bukan hanya soal kalori, tetapi bagaimana zat-zat ini memengaruhi sistem metabolisme dan otak kita dalam jangka panjang,” ujar Marion Nestle, profesor emeritus nutrisi dari New York University.

Investasi Sehat untuk Otak Bukan Sekadar Soal Rasa Manis

Kesehatan kognitif adalah aset jangka panjang, yang tak bisa diganti hanya dengan pilihan instan seperti soda diet di meja makan.

Penelitian ini bukan larangan mutlak untuk menikmati pemanis buatan, melainkan peringatan agar konsumen lebih kritis dalam memilah, memahami, dan mengendalikan apa yang masuk ke dalam tubuhnya.

Kehidupan modern memang menuntut kompromi, tetapi di antara label manis dan rasa segar itu, otak kita diam-diam mencatat biaya yang harus dibayar.****

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Infokumkm.com dan Pangannews.com 

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Delapannews.com dan Apakabarindonesia.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Harianmalang.com dan Haisumatera.com

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Sabun Cuci Tangan Lebih Menyeluruh, Hand Sanitizer Lebih Praktis
Panduan Nutrisi Terbaik untuk Menjaga Elastisitas Pembuluh Darah Anda
Usia 100 Tahun Mahathir Mohamad: Bukti Pentingnya Menjaga Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 9 September 2025 - 07:29 WIB

Soda Diet Tidak Selalu Sehat, Pemanis Buatan Percepat Penuaan Otak

Senin, 8 September 2025 - 07:49 WIB

Sabun Cuci Tangan Lebih Menyeluruh, Hand Sanitizer Lebih Praktis

Senin, 28 Juli 2025 - 11:59 WIB

Panduan Nutrisi Terbaik untuk Menjaga Elastisitas Pembuluh Darah Anda

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:56 WIB

Usia 100 Tahun Mahathir Mohamad: Bukti Pentingnya Menjaga Kesehatan

Berita Terbaru